Get Quote
Instalasi Gas
Home/Demo Posts / Instalasi Gas
Instalasi Gas

Instalasi gas untuk restoran dan dapur komersial lainnya seperti catering, foodcourt, resort, hotel, guest house dll yang memenuhi syarat dari segi komersial dan sisi keamanannya terdiri dari beberapa bagian, yaitu:


1.   Instalasi Sentral Gas

Instalasi sentral gas sangatlah dibutuhkan pada dapur yang bersifat komersial seperti restoran, catering, hotel, foodcourt dan lainnya. Hal ini disebabkan karena konsumsi gas yang besar setiap harinya pastilah membutuhkan tabung gas lebih dari satu buah. Oleh karena itu, sebaiknya tabung gas terpisah dari area dapur. Selain dikarenakan akan membuat ruangan menjadi sempit, yang lebih utama ialah untuk menghindarkan bahaya kebakaran apabila tabung gas di letakan dekat dengan sumber api dan panas didapur yaitu kompor. Gas yang ada di dalam tabung gas, melalui katup pertama yaitu regulator tabung yang telah dibuka, gas akan mengalir melalui pigtail hose menuju pipa gas sentral. Jenis pipa besi yang di gunakan untuk instalasi sentral gas yaitu pipa seamless blacksteel (tidak ada sambungan di dalamnya) schedule 40 dengan ketebalan 3 mm berdiameter 1" / 2". Kemudian gas yang sudah berada di pipa gas sentral tersebut, dirubah tekanannya oleh 1st stage regulator high pressure dari tekanan gas tabung menjadi tekanan gas yang sesuai dengan kompor yang digunakanAda dua tipe regulator untuk instalasi sentral gas yang digunakan, yaitu 1st stage regulator low pressure dan 1st stage regulator high pressure 


2.   Instalasi Jalur Pipa Gas

Untuk menyalurkan gas dari sentral gas tabung menuju ke peralatan - peralatan masak restoran, catering atau hotel yang ada di dapur menggunakan pipa besi. Jenis pipa besi yang di gunakan adalah pipa seamless blacksteel (tidak ada sambungan di dalamnya) schedule 40 dengan ketebalan 3 mm. Teknik penyambungan yang digunakan yaitu dengan cara di "las".

Ukuran diameter pipa yang digunakan disesuaikan dengan volume gas yang akan di pergunakan. Hal tersebut bergantung pada banyaknya jumlah kompor dan tekanan gas yang digunakan pada kompor tersebut. Standar diameter yang digunakan yaitu 3/4" , 1" atau 11/4.

Untuk output instalasi gasnya disesuaikan dengan jenis-jenis kompor apa saja yang digunakan dan regulator di sentral gas yang sebelumnya telah dijelaskan. Apabila jenis kompor yang digunakan didapur tersebut kombinasi, ada yang high pressure, medium pressure dan juga ada yang low presssure. Maka di output untuk jenis kompor low pressure akan digunakan regulator tambahan untuk merubah aliran gas dari high pressure ke low pressure.

Untuk kompor yang menggunakan tekanan medium pressure atau high pressure, maka tidak diperlukan regulator tambahan tersebut, karena instalasi jalur pipa gas, tekanan gas didalamnya sudah sesuai dengan kebutuhan kompor high atau medium pressure.
Agar bisa mengenali dan membedakan peralatan-peralatan masak disebuah dapur restoran, catering atau hotel itu membutuhkan tekanan gas seperti apa yang optimal untuk beroperasional. Jenis kompor berdasarkan tekanan gas yang digunakan dibagi menjadi tiga yaitu :

a. Low pressure       : Tekanan yang biasa di pakai pada kompor rumah tangga atau kompor restoran yang tidak memerlukan api besar atau panas tinggi seperti Deep fryer, gas grill, gas rice cooker, oven dll.
b. Medium pressure : Tekanan sedang untuk kompor kecil namun memerlukan kecepatan dan panas lebih tinggi. Sebagai contoh 4 burner stove medium pressure, stock pot stove.
c. High pressure       : Tekanan tinggi untuk kompor yang memerlukan api besar dan panas yang tinggi seperti kwali range, high burner stove dll.

3.  System Pengaman Instalasi Gas

System pengaman instalasi gas terdiri dari bypass, panel kontrol dan detektor alarm gas. Semua bagian mempunyai tugas masing - masing dan menjadi kesatuan untuk menjalankan system berfungsi dengan baik. Berikut ini penjelasan dan fungsi dari bagian - bagian system pengaman instalasi gas :
  • Bypass
Bypass terdiri dari gas valve & selenoid valve. Selenoid valve berfungsi untuk menutup dan membuka aliran gas didalam instalasi. Selenoid valve ini terangkai didalam suatu instalasi yang disebut dengan "bypass". Bypass ini ada, dengan alasan apabila ada kebocoran, maka selenoid valve akan tertutup secara otomatis dengan pemutusan sinyal listrik yang dikirimkan oleh detektor alarm gas. 

Karena selenoid valve pengaman ini bekerja dengan aliran listrik, maka apabila terjadi pemadaman listrik, otomatis selenoid valve juga akan tertutup. Kejadian ini maka akan menghentikan aliran gas dari tabung menuju instalasi pipa yang mengalirkan gas ke output-output kompor yang sedang digunakan. 

Maka disinilah keuntungan adanya Bypass, kita bisa membuka gas valve yang ada dalam rangkaian instalasi bypass untuk melewati selenoid yang tertutup karena adanya pemadaman listrik tersebut. Bypass tersambung dengan instalasi sentral gas.
  • Panel Kontrol & Detektor Alarm Gas
Panel kontrol dirangkai dengan detektor alarm gas yang berada di sentral gas dan titik-titik output aliran gas (kompor & peralatan restoran lainnya yang menggunakan gas). Panel bekerja dengan aliran listrik, berfungsi untuk mengatur system kerja dari pengaman instalasi gas yang terdiri dari selenoid valve & detektor alarm gas. 

Panel kontrol ini dapat juga di hubungkan dengan panel gas induk alarm dari mall atau panel alarm kebakaran ( mcfa ) untuk memberi informasi letak tenant yang mengalami kebocoran gas agar segera mematikan aliran gas sentral yang ada di gedung.



Latest Posts

Instalasi Ducting
|
Kithen Equipment
|
Instalasi Gas
|